Bertemu
(Oleh Novi
Lili Utami X MIA 3)
Senin, 07 Desember 2015
Pagi ini, aku melangkahkan kakiku keluar
dari rumah. Aku tak menampik akan pikirku yang melayang padamu. Sudah seminggu
ini aku lebih baik jika tak melihat seorang bintang berjalan di hadapanku.
Untuk pagi ini, sama seperti pagi sebelumnya, aku memilih rute untuk
menghindarinya.
Aku hanya pengagum rahasiamu yang tak
mampu menampakkan wajahnya. Aku hanya melihatmu dibalik selimut kagum. Semua
tentangmu, aku tau terperinci. Setiap mimpi dalam tidurku, kau hadir bagai
bunga tidur yang sangatlah indah. Aku pengagummu, aku tak akan sanggup menggapaimu.
Sejak tadi malam, sebenarnya aku tau
kita akan bertemu dalam suatu kecanggungan. Seperti saat ini, saat yang aku
takutkan itu terjadi. Yah, kita bertemu dalam suatu kecanggungan.
Aku duduk di dalam suatu ruangan
bersama banyak orang. Kali ini, aku mampu tersenyum bersma mereka. Berada di
ruangan ini, sebenarnya aku merasa cemas. Deg, saat suasana sunyi kau pun
datang dan semua mata tertuju padamu si pemilik wajah menawan. Benar saja, kita
bertemu dalam tatapan canggung. Senyum itu, senyum yang biasanya mengembang
sempurna tiba-tiba tak mau mengembang. Senyumku dan senyumu begitu kaku ketika
dua pasang mata saling tatap dalam canggung.
Bumi dan Bintang seperti halnya aku
dan kamu, mereka tak akan bisa menjadi KITA. Begitu seterusnya, aku hanya akan
menjadi pengagum rahasiamu.
