Mengenai
Engkau
Garis tegas yang singkron pada wajah yang penuh pesona. Tatapan
tajam bagai pedang yang membelah cakrawala. Pandangnku membeku pada senyum itu.
Pertemuan yang begitu penuh makna. Awalnya aku memang mengabaikanmu. Hingga
pada suatu saat pada pertemuan yang kesekian kali. Rasanya, aku tak menampik
adanya sesuatu yang berbeda.
Antara ketegasan dan kesempurnaan. Aku bagai menerawang
tinggi ke angkasa. Hingga aku sangat tersadar akan semua itu. Semua yang ada
pada diri mu hanyalah sebuah angan. Aku tak akan pernah sanggup untuh menggapai
mu. Hah, menggapai?? Menyandinginya pun tak akan pernah bisa.
Suatu hari, aku melihat sebuah bunga nan cantik. Sebenarnya,
aku tak terlalu terpikat akan keindahannya. Namun, menjadi menarik ketika
seekor kupu-kupu penuh pesona hinggap di bunga itu. Aku tersenyum, entah apa
maknanya. Yang aku tau, kupu-kupu itu adalah kau.
Yang aku tau, kita hanya bagai bumi dan bintang. Aku
adalah bumi yang selalu mengelilingi bintang. Tentu kita amat sangat jauh, bumi
yang tak akan pernah mau mendekati bintang. Namun, sebuah gaya akan mampu untuk
menarik bumi. Sayang, bumi akan segera lenyap jika bintang menarik bumi.
OK, ingat ya meskipun ini termasuk fiksi, tetap usahakan kata "dan" jangan dipakai untuk mengawali kalimat supaya terbiasa. Selain itu, bentuk mu, dalam penulisannya selalu digabung dengan kata yang diikutinya. Contoh --> mengabaikan mu, menggapai mu --> yang benar mengabaikanmu, menggapaimu.
BalasHapusSiap Pak, terimakasih untuk sarannya.
BalasHapus